SIARAN radio tidak asal “cuap-cuap” di ruang siaran. Penyiar adalah seorang profesional, sebuah profesi yang butuh keahlian, skill, atau keterampilan tertentu. Seorang penyiar wajib memiliki kualifikasi tertentu sebelum layak siar (fit to broadcast), seperti menguasai teknik siaran, teknik mikrofon (miking technique), memahami naskah siaran dan cara menyampaikannya, studio protocol atau SOP siaran, dan log program.
Oleh karenanya, sebelum menjadi penyiar radio, sebaiknya seseorang mengikuti dulu pelatihan siaran radio sehingga mampu menjadi komunikator efektif. Sangat baik jika kuliah dulu di jurusan broadcasting, meskipun alumni jurusan ini belum tentu dijamin mampu siaran dengan baik –tergantung pada penguasaan announcing skill.
Dalam diklat siaran radio atau kuliah radio broadcasting, ada atau mesti ada materi yang mampu meningkatkan kemampuan teknik vocal, termaduk pronounciation, artikulasi, infleksi, dan sebagainya. Mahasiswa atau siswa juga harus dilatih menguasai teknik siaran khusus, seperti menjadi jangkar berita (news anchor) dan reporting, commercial announcing, baca adlibs, voice over, dan interviewing (wawancara dalam dan luar studio).
Ada ‘gak penyiar yang gak pernah diklat atau kuliah broadcast? Banyak! Tapi mereka ‘kan memiliki anugerah bakat piawai berbicara (public speaking) dan/atau mampu otodidak. Anda?
Sebentar, apa sih enaknya jadi penyiar? Wah, banyak deh. Tuh, udah saya bahas di buku Broadcast for Teen: Jadi Penyiar Itu Asyik Lho! (cek aja di Page : My Books), utamanya adalah self expression. Ekspresi diri, menurut sebuah penelitian, adalah sumber utama kebahagiaan; uang de el el ada pada urutan berikutnya sebagai sumber kebahagiaan. (www.romeltea.com).*
edit post

Comments

0 Response to 'SIARAN ??!!'

Post a Comment